2020, bulan ke 10
Orang-orang dunia pasti menunjuk Indonesia jika ditanya negara mana banyak keberagaman. Orang dunia juga pasti menunjuk Indonesia jika ditanya negara mana banyak perbedaan tetap satu. Bukan kata "Impossible" jika Indonesia bisa berdiri dari banyak perbedaan. Berbaliklah 75 tahun ke belakang, bukan hanya orang Jawa yang membangun negeri ini ada banyak suku yang ikut bangun negeri ini. Bukan hanya agama Islam yang membangun negeri ini ada juga agama Kristen, Hindu, Budha yang ikut membangun negeri ini. Indonesia bisa berdiri dari seribu keberagaman.
Itu hanya 75 tahun yang lalu....
Bagaimana sekarang ?
Berhari-hari kita selalu mendengar media memberitakan intoleransi, perpecahan antar suku, rasis, masih banyak lagi. Sedih ? Kecewa ? Oh tentu saja perasaan itu hanya memenuhi 15 % dalam tubuh kita sisanya 75 % kita hanya membela golongan kita masing-masing yang menurut kita paling benar. Penutupan rumah ibadah, jika kita termasuk golongan mayoritas pastinya kita membela golongan kita sendiri dan menyuarakan agar menutup rumah ibadah minioritas. Miris...
Egois
Di depan orang-orang atau media kita koar-koar menyuarakan persatuan dan kesatuan tapi dibelakang orang-orang atau media kita selalu menghina ras kulit hitam selalu merendahkan minioritas dan suka membully orang. Media hanya memberitakan perpecahan yang menyulutkan emosi tanpa ada menampilkan sudut pandang dari berbagai pihak.Hanya sedikit Media yang menampilkan betapa damainya rumah ibadah saling berdampingan, orang beragama Kristen membangunkan sahur orang beragama Islam yang akan berpuasa atau orang Islam saat Idul Adha harus membagikan daging kepada orang disekitarnya walaupun berbeda agama.
Come on lah broo. .. .
Kita pergunakan media untuk selalu menyuarakan persatuan dan kesatuan tapi dibalik itu juga kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar